| Tanggal | : | 16 Jul 2025 s/d 16 Jul 2025 |
| Tempat | : | LTSA Indramayu |
| Jam | : | 10:00 - Selesai |
Latar Belakang
Sebagai bagian dari kunjungan studi yang difasilitasi oleh IOM Indonesia, delegasi dari Pemerintah Bangladesh dan IOM Bangladesh melakukan kunjungan lapangan ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada hari Rabu, 16 Juli 2025. Tujuan kunjungan ini adalah untuk mempelajari praktik tata kelola migrasi tenaga kerja yang diterapkan oleh Pemerintah Indonesia, khususnya dalam hal pelayanan penempatan dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia serta upaya reintegrasi yang telah dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Peserta
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari:
- Pemerintah Bangladesh;
- IOM Bangladesh;
- IOM Indonesia;
- Direktur Reintegrasi dan Penguatan Keluarga;
- Direktur Kepulangan dan Rehabilitasi;
- Kepala BP3MI Jawa Barat;
- Dinas Tenaga Kerja; Kabupaten Indramayu;
- Tim LTSA Indramayu;
- Purna PMI Desa Kenanga.
Rangkaian Kegiatan
Kunjungan ke LTSA Indramayu (10.00 - 12.00 WIB)
Delegasi mendapat pemaparan mengenai proses pelayanan satu atap yang diberikan kepada calon PMI, termasuk pendataan, pelatihan, pelindungan hukum, hingga layanan pengaduan. Kepala BP3MI Jawa Barat, Kombes Pol. Mulia Nugraha, S.I.K., MH., turut memberikan penjelasan mengenai peran BP3MI dalam pelindungan Pekerja Migran Indonesia di daerah, tantangan yang dihadapi, dan kolaborasi lintas sektor yang dilakukan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara delegasi Pemerintah Bangladesh, IOM Bangladesh, dan perwakilan KP2MI, yang membahas kebijakan pelindungan tenaga kerja migran, tantangan bersama dalam implementasi di lapangan dan semacamnya.
Kunjungan ke Purna PMI di Desa Kenanga, Kab. Indramayu (13.00 - 16.00 WIB).
Delegasi berinteraksi langsung dengan para Purna PMI yang telah sukses melakukan reintegrasi sosial dan ekonomi setelah kembali ke tanah air.
Utamanya adalah Ibu Darwinah selaku pendiri Rumah Edukasi Kenanga.
Rumah Edukasi Kenanga berdiri sejak 2008 atas inisiatif Ibu Darwinah yang peduli terhadap anak-anak yang ditinggal bekerja orang tuanya ke luar negeri. Anak-anak ini dibina agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas melalui kegiatan pembelajaran agama, doa bersama, dan pelatihan komputer yang digelar setiap Senin–Jumat secara gratis.
Sejak 2012, Rumah Edukasi Kenanga juga fokus pada pemberdayaan ekonomi bagi Purna PMI dan masyarakat sekitar melalui pelatihan kewirausahaan yang diajar oleh instruktur bersertifikasi BNSP. Program ini didukung oleh pemerintah desa, Pemkab Indramayu, KP2MI, BP3MI Jawa Barat, dan beberapa BUMN. Hingga 2025, telah terbentuk lebih dari 2.200 UMKM. Dari rumah kontrakan, kini Rumah Edukasi Kenanga memiliki dua gedung sebagai pusat kegiatan.
Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke tempat usaha para purna Pekerja Migran Indonesia dan melihat-lihat produk yang dijual oleh Purna Pekerja Migran Indonesia.
Penutup
Kegiatan ini diharapkan memperkuat kerja sama bilateral dan pertukaran pengetahuan antara Indonesia dan Bangladesh, serta memperluas pemahaman internasional terhadap komitmen Indonesia dalam pelindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia.