| Tanggal | : | 12 Mei 2024 s/d 15 Mei 2024 |
| Tempat | : | Novotel Suite Malioboro Yogyakarta |
| Jam | : | 09.00 - Selesai |
a. Pelatihan diselenggarakan oleh GIZ Jerman, dibuka oleh Manager MEG GIZ Bpk Makhdonal Anwar, dengan jumlah peserta sebanyak 28 orang dari instansi berikut ini:
- BP3MI Jawa Barat (3)
- ?BP3MI Jawa Timur (5)
- ?Disnakertrans Prov Jawa Barat (10)
- ?Disnakertrans Prov Jawa Timur (6)
- ?Akademisi Univ Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (2)
- ?Pegawai GIZ (2)
difasilitasi oleh Counselling Mentor/Customer Service Expert/Human Rights Expert Ibu Eka Christiningsih Tanlain.
b. Tujuan dari pelatihan meliputi pemahaman penyedia layanan atas permasalahan Pekerja Migran Indonesia, pembekalan keterampilan praktis dalam memberikan tanggapan yang tepat atas kebutuhan CPMI/PMI/keluarga, pemetaan akses dukungan dan rujukan yang tepat kepada pemangku kepentingan terkait, serta peningkatan kemampuan petugas konseling online berbasis digital dengan tantangan dan peluang pendukungnya.
c. Materi yang menjadi bahan pembelajaran meliputi:
- penyediaan layanan / jasa oleh pegawai pemerintah yang memiliki tanggung jawab dan kewajiban memberikan hak atas layanan yang baik dan berkualitas kepada masyarakat, dengan pendekatan berbasis Hak Asasi Manusia
- ?keterampilan konseling bagi pegawai pemerintah dengan prinsip selaras, empati, dan penerimaan klien apa adanya tanpa menilai/memaksanan nilai yang dianut oleh konselor
- ?manajemen konseling digital: perencanaan dan persiapan, implementasi, monitoring, dan evaluasi, do’s and dont’s
- ?konseling Berbasis Gender di Layanan Publik bagi PMI, CPMI dan keluarganya, mengedepankan kesadaran gender (pembedaan peran dan tanggung jawab berdasarkan konstruksi sosial budaya)
- ?mekanisme koping (teknik mengatur pikiran dan perilaku terhadap situasi penuh tekanan untuk mengatasi stress/burnout) bagi pegawai pemerintah khususnya dengan jabatan sebagai ‘Helping Profession’ melalui terapi humor, pengembangan karir, hobi, worklife balance, selfcare, dsb.
d. Rangkaian pelatihan terlaksana dengan baik menggunakan metode pembelajaran andragogi yang melibatkan partisipasi aktif dari fasilitator, penyelenggara, serta peserta untuk berbagi pengalaman dan pendapat, aktif dalam diskusi, permainan, roleplay, serta presentasi hasil diskusi.
e. Pelatihan diselenggarakan dengan tetap mengangkat isu gender dan digitalisasi, melibatkan lebih banyak stakeholder seperti akademisi dan penggerak NGO dibidang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.