| Tanggal | : | 16 Apr 2026 s/d 16 Apr 2026 |
| Tempat | : | STIKINDO Wirautama, Kabupaten Bandung |
| Jam | : | 09:00 - Selesai |
Dalam rangka memperkuat tata kelola penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), telah dilaksanakan kegiatan pemetaan potensi sumber daya manusia yang menyasar mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda yang siap bekerja di luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi minat, kesiapan, serta potensi mahasiswa sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang kompeten dan berdaya saing global.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 mahasiswa/i dari STKINDO Wirautama, dengan menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten, yaitu Yusman Yusuf selaku Ketua Yayasan STKINDO Wirautama, Mulyo Basuki dari BP3MI Jawa Barat, serta Dean Sutanto.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta pembacaan doa sebagai bentuk harapan agar kegiatan berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang optimal.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Asep Ikhsan yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penyebarluasan informasi yang benar terkait peluang kerja ke luar negeri. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu berperan sebagai agen informasi di lingkungan sekitarnya. Beliau juga menyampaikan harapan agar melalui upaya bersama ini, visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan masyarakat yang sejahtera dan memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh perwakilan BP3MI Jawa Barat, Atep Suryadi Hidayat, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pemetaan suplai CPMI merupakan langkah strategis dalam mendukung sistem penempatan dan pelindungan PMI yang lebih terstruktur. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat diperoleh data potensi mahasiswa yang siap untuk bekerja di luar negeri secara prosedural dan aman.
Materi utama kemudian disampaikan oleh Yusman Yusuf yang menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tawaran kerja luar negeri yang tidak jelas dan tidak melalui jalur resmi. Beliau mengingatkan bahwa tawaran keberangkatan yang instan sering kali berisiko tinggi, termasuk potensi eksploitasi dan tindak perdagangan orang. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk mempersiapkan diri melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan agar mampu bersaing di pasar kerja internasional.
Selanjutnya, Dean Sutanto memberikan pembekalan terkait pentingnya pengetahuan dan kesiapan mental bagi calon pekerja migran. Beliau juga menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, sehingga setelah kembali ke tanah air, para PMI memiliki bekal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan hidup.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Mulyo Basuki yang menjelaskan berbagai aspek terkait PMI, meliputi dasar hukum, peluang kerja di luar negeri, mekanisme pelindungan, persyaratan dan prosedur resmi menjadi PMI, serta skema penempatan di berbagai negara tujuan. Pada kesempatan tersebut, peserta juga diberikan akses untuk mengisi peminatan bekerja ke luar negeri melalui barcode yang telah disediakan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menggali informasi lebih lanjut dari para narasumber.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara peserta, narasumber, dan tamu undangan, sebagai bentuk dokumentasi dan komitmen bersama dalam mendukung penempatan dan pelindungan PMI yang lebih baik di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa sebagai generasi muda dapat memiliki pemahaman yang komprehensif, kesiapan yang matang, serta kesadaran akan pentingnya prosedur resmi dalam bekerja ke luar negeri, sehingga mampu menjadi Pekerja Migran Indonesia yang profesional, terlindungi, dan berdaya saing global.