| Tanggal | : | 24 Apr 2024 s/d 24 Apr 2024 |
| Tempat | : | Kantor Desa Kadudampit Jalan Raya Kadudampit Km. 04 Kec. Kadudampit Kab. Sukabumi |
| Jam | : | 09.00 - Selesai |
a. Pembukaan seklaigus sambutan disampaikan oleh Bapak Yanu Krisdyan, S.H., M.H. selaku kepala UPTD LTSA PMI Disnakertrans Prov. Jawa Barat. Bapak Yanu Krisdyan menegaskan bahwa Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan permasalahan Pekerja Migran Indonesia tertinggi di Indonesia sehingga perlu adanya sosialisasi kepada apatur desa dan juga masyarakat agar memahami persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia prosedural. Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pelindungan secara menyeluruh dan terkoordinasi bagi Pekerja Migran Indonesia dengan mengoptimalisasi sinergitas antar lembaga.
b. Kegiatan dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Jawa Barat Bapak Drs. Teppy Wawan Dharmawan, S.H. Beliau menyampaikan bekerja di luar negeri bukan lagi menjadi hal yang baru bagi masyarakat karena tingginya permintaan untuk jabatan tertentu di luar negeri yang belum terisi sementara di sisi lain sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia. Hal tersebut yang menjadi faktor pendorong masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memfasilitasi warga yang ingin proses bekerja ke luar negeri dengan memperoleh informasi pemberangkatan yang aman (prosedural). Selain itu, Bapak Teppy berharap akan terbentuknya tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia dengan optimalisasi kolaborasi antar lembaga terkait, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah agar siapapun yang berangkat ke luar negeri terkontrol.
c. Acara dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Disnaker Kab. Sukabumi Bapak Usman Jaelani, S.H., M.M., petugas dari BP3MI Jawa Barat Ibu Annisa Nurul Ayuningdyah, S.Sos. serta Sekretaris Disdukcapil Kab. Sukabumi Bapak Redi Trisna Sanjaya, S.IP., M.Si. Bapak Usman menyampaikan 70 persen alasan Pekerja Migran Indonesia memilih bekerja ke luar negeri adalah perbaikan ekonomi keluarga. Namun ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum berangkat, antara lain bersedia mempelajari kultur/budaya negara tujuan, mempelajari dan memahami aturan di negara tujuan, serta memiliki skill atau kemampuan. Paparan selanjutnya disampaikan oleh Ibu Annisa yang menjelaskan mengenai peran BP2MI dan BP3MI Jawa Barat dalam memberikan pelayanan penempatan dan pelindungan pada Pekerja Migran Indonesia pada saat sebelum bekerja, selama bekerja, serta setelah bekerja hingga akhirnya kembali ke alamat domisili. Disampaikan pula alur proses penempatan Pekerja Migran Indonesia, serta risiko penempatan unprosedural beserta modusnya dan langkah yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan yang sering ditemui para Pekerja Migran Indonesia. Pada akhir sesi pertama ini Bapak Redi menyampaikan Disdukcapil berada di hulu atau pada awal proses pemberangkatan Pekerja Migran Indonesia karena untuk mendaftar pasti butuh KTP elektronik. Permasalahan administrasi kependudukan (adminduk) yang banyak ditemui pada Pekerja Migran Indonesia, antara lain: perubahan elemen data (manipulasi usia dan/atau status perkawinan), perbedaan elemen data dengan dokumen lainnya, pengurusan adminduk dilakukan oleh orang lain (calo/sponsor), dan menggunakan data orang lain.
d. Pada sesi dua paparan disampaikan oleh narasumber dari Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi, Polsek Kadudampit, serta PT. Insan Selaras Indonesia. Narasumber dari Kantor Imigrasi Sukabumi menjelaskan mengenai mekanisme pendaftaran paspor melalui M-Paspor beserta persyaratan untuk pembuatan paspor. Bapak Andri Hidayat dari Polsek Kadudampit memberikan informasi mengenai tindak pidana perdagangan orang dan berharap dapat berkolaborasi dengan Disnaker serta pemerintah desa terkait keberangkatan Pekerja Migran Indonesia baik yang tercatat maupun yang dokumennya tidak lengkap. Terakhir dari PT. Insan Selaras Indonesia yang diwakili oleh Bapak Wildan menjelaskan mengenai peluang kerja ke negara Jepang melalui program SSW yang dimiliki oleh P3MI tersebut.
e. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar tanpa kendala yang mana peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi.