| Tanggal | : | 02 Apr 2024 s/d 02 Apr 2024 |
| Tempat | : | Islamic Center, Kabupaten Indramayu |
| Jam | : | 13.00 - Selesai |
Kegiatan :
A. Peserta yang hadir berjumlah 325 orang terdiri dari beberapa kecamatan Indramayu, yg hadir para penggerak dari desa kecamatan Indramayu, sehingga bisa menjadi garda terdepan untuk meneruskan informasi terkait TPPO.
B. Pembukaan sekaligus sambutan disampaikan oleh anggota Bapak h.ruswan. M. Pdi anggota DPRD kab. Indramayu.
Bapakk H. Ruswan membuka dengan menegaskan bahwa kabupaten Indramayu masih tertinggi pengiriman pmi di Indonesia.
Beliau menginformasikan bahwa banyak warga Indramayu terkena musibah kasus perdagangan orang, banyak yg tertipu bujuk rayu manis, banyak kerja tidak sesuai, ditawarkan pekerjaan menarik padahal disana hanya bekerja disitus judi online.
Bapak H. Ruswan berharap dengan adanya sosialisasi ini, kasus TPPO menjadi berkurang bahkan tidak ada di Indramayu, karna animo masyarakat sangat tinggi untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia, jadi kiranya sosialiasi ini sangat penting bagi warga kami.
C. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ibu Dr. Hj. Netty Prasetyani, M.Si.
Bertepatan hari ke 22 di bulan ramadhan, Ibu Hj. Netty mengajak hadirin sekalian untuk bersukur kepada allah SWT karena sampai saat ini masih diberikan kesehatan untuk menjalankan ibadah puasa.
Dan juga mengajak atas nama kemanusian berdoa untuk saudara kita di Palestina.
Beliau menghimbau Modus kebanyakan tawaran bekerja, karna mereka tau disini sulit untuk mencari kerja, ditambah di zaman covid kemarin, peluang besar bagi mereka untuk melakukan tindakan TPPO.
Orang broken home, hidup sudah tidak terarah, ketemu orang yg seperti malaikat, menjanjikan banyak hal tentang kesuksesan bekerja di luar negeri, dari situ lah terjadi TPPO.
Karna tawaran kerja di luar negeri pasti sangat menggiurkan, karna besarnya gaji yang didapat.
Sering kali tergiur tanpa berkoordinasi dulu ke dinas atau BP2MI, dan tanpa memikirkan resikonya.
Ada 3 pesan yang disampaikan Ibu Hj. Netty ialah:
1. Sebelum berangkat ke luar negeri harus sepenuhnya sadar akan segala resikonya.
2. Dengan bekerja di luar negeri harus siap menghadapi perbedaan budaya dan bahasa disana.
3. PMI itu duta bangsa, jadi harus menjaga nama baik negara kita tercinta.
D. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan paparan Bapak Kepala BP3MI Jawa Barat.
Bapak Kombes Pol. Mulia Nugraha, S.I.K. M.H., selaku Kepala BP3MI Jawa Barat, memberikan penjelasan mendalam mengenai peran penting BP2MI khususnya BP3MI Jawa Barat dalam Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Dalam paparannya, beliau secara rinci menjelaskan dasar hukum yang mengatur operasional BP2MI, menyajikan data terkait penempatan tenaga kerja migran di Kabupaten Indramayu, serta menggambarkan skema penempatan PMI yang legal dan resmi yang dikelola oleh BP2MI. Di samping itu, Bapak Kombes juga menyoroti risiko yang timbul dari penempatan pekerja migran Indonesia secara ilegal atau tidak resmi.
Beliau menghimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap lowongan kerja luar negeri yang tidak mengikuti prosedur, sering kali menawarkan proses cepat dan gaji besar. Bapak Kombes juga menjelaskan pentingnya skema lowongan kerja luar negeri yang sesuai prosedur, serta proses penempatan yang dilakukan dengan tepat.
Sebelum menutup paparannya, Kepala BP3MI Jawa Barat menegaskan tentang kelengkapan fasilitas yang disediakan oleh BP2MI untuk para Pekerja Migran Indonesia, serta mengajak seluruh warga untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia secara prosedural sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
E. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar tanpa kendala dan peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi.