BP3MI Jawa Barat Edukasi Siswa SMKN 1 Sukaluyu tentang Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Cianjur, KP2MI (24/9) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur menyelenggarakan kegiatan Edukasi Penempatan dan Pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia/Pekerja Migran Indonesia kepada 50 siswa kelas XII SMKN 1 Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa (22/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Sukaluyu tersebut menjadi sarana bagi para siswa untuk memperoleh informasi mengenai peluang kerja luar negeri, prosedur penempatan Pekerja Migran Indonesia, serta risiko penempatan illegal dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Dalam sambutannya, Kepala SMKN 1 Sukaluyu, Yuli Triana, menyampaikan apresiasi terkait pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut.

“Pada tahun 2026, SMKN 1 Sukaluyu telah memfasilitasi dan mendata sekitar 60 alumni yang berhasil ditempatkan bekerja di luar negeri, yaitu Malaysia dan Jepang, pada sektor formal,” ujar Yuli.

Ia menambahkan, kesiapan calon pekerja migran perlu dibangun sejak bangku sekolah, baik melalui penguatan kompetensi teknis maupun kemampuan bahasa asing agar lulusan memiliki daya saing ketika memasuki pasar kerja luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Denny Widya Lesmana, menekankan pentingnya penyebarluasan informasi mengenai bekerja ke luar negeri secara aman dan prosedural. Hal tersebut mencakup persyaratan, mekanisme penempatan, hingga berbagai fasilitasi pelatihan yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Pada kesempatan yang sama, Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI Jawa Barat, Dwi Cahyani, menyampaikan materi kepada peserta mengenai skema penempatan Pekerja Migran Indonesia sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku. Dwi juga menjelaskan cara mengakses informasi peluang kerja luar negeri melalui Sistem Informasi dan Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI). Para siswa diingatkan untuk selalu memastikan informasi pekerjaan berasal dari kanal resmi serta memahami risiko penempatan ilegal dan bahaya TPPO.

“Bekerja ke luar negeri harus dipersiapkan dengan baik dan ditempuh melalui prosedur yang resmi. Calon Pekerja Migran Indonesia perlu memastikan informasi lowongan, memahami persyaratan, meningkatkan kompetensi, serta mengetahui hak dan pelindungan yang diperoleh sebelum, selama, dan setelah bekerja,” jelas Dwi.

Selain penempatan prosedural, peserta juga diperkenalkan dengan program SMK Go Global sebagai salah satu upaya peningkatan kapasitas calon tenaga kerja lulusan SMK. Program tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk meningkatkan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja global, termasuk kompetensi teknis dan kemampuan bahasa.

Edukasi juga diisi oleh Kepala Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK Kabupaten Cianjur dan Kepala Cabang Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Citra Jaha Bahtera. Keduanya memberikan informasi mengenai persiapan bekerja ke luar negeri melalui pelatihan di lembaga vokasi serta proses penempatan secara prosedural pada sejumlah jabatan sektor formal dengan negara tujuan Taiwan dan Jepang.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai persyaratan bekerja ke luar negeri, prosedur penempatan, pelindungan Pekerja Migran Indonesia, peluang kerja, hingga program SMK Go Global dan peningkatan kompetensi bagi generasi muda.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum bekerja ke luar negeri serta memilih jalur penempatan yang resmi dan aman.* (Humas/BP3MI Jawa Barat)