KemenP2MI Sosialisasikan Program Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Amerika, Jerman, dan Jepang di Cirebon
Cirebon, KemenP2MI (17/10/2025) — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) terus memperluas upaya penyebarluasan informasi program penempatan pemerintah bagi Pekerja Migran Indonesia ke berbagai negara tujuan. Kali ini, kegiatan sosialisasi digelar di Kampus STIKKES Cirebon, Jawa Barat, dengan fokus pada peluang kerja bidang keperawatan ke Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (17/10/2025) ini, menghadirkan dua narasumber, yaitu Dosen Prodi Keperawatan Poltekkes Tasikmalaya Kampus Cirebon, Asep Kuswandi; dan perwakilan dari Direktorat Penempatan Pemerintah KemenP2MI, Akhmad Syihabuddin.
Dalam paparannya, Asep menyampaikan apresiasi atas langkah KemenP2MI yang memberikan kesempatan bagi tenaga keperawatan Indonesia untuk berkiprah di kancah internasional.
“Kami menyambut baik program ini. Sosialisasi yang dilakukan KemenP2MI membuka wawasan luas bagi mahasiswa dan mahasiswi, khususnya di bidang keperawatan. Selain membuka peluang kerja ke luar negeri, kegiatan ini juga memberi pencerahan tentang pentingnya menghindari praktik tindak pidana perdagangan orang (TPPO),” ujar Asep.
Sementara itu, Akhmad memaparkan bahwa penyebarluasan program penempatan pemerintah ini difokuskan pada tiga negara utama—Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang—dengan sektor prioritas pada bidang keperawatan.
“KemenP2MI berkomitmen menempatkan Pekerja Migran Indonesia yang memiliki kompetensi unggul. Penguasaan bahasa dan kemampuan keperawatan menjadi kunci utama agar dapat bersaing di pasar kerja global,” jelas Akhmad.
Lebih lanjut, Akhmad juga menegaskan bahwa sistem penempatan pemerintah hadir untuk memastikan calon pekerja migran mendapatkan pelindungan penuh dan proses yang transparan.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap calon pekerja migran yang berangkat melalui skema pemerintah benar-benar siap kerja dan memiliki keahlian yang dibangun melalui pendidikan formal yang kuat,” tambah Akhmad.
Melalui kegiatan ini, lanjut Akhmad, KemenP2MI berharap kolaborasi dengan lembaga pendidikan vokasi seperti kampus Stikkes Cirebon dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di bidang kesehatan, sekaligus mendorong peningkatan citra positif tenaga kerja Indonesia di mata dunia. ** (Humas/EMR)