BP3MI Jawa Barat Perkuat Literasi Migrasi Aman bagi Pelajar SMKN 2 Cipunagara
Subang, KP2MI (5/6) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Penguatan Kewiraan bagi Murid SMK Program Bantuan Pemerintah Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri di SMKN 2 Cipunagara Kabupaten Subang, pada Kamis (4/6/2026).
Bertempat di Aula SMKN 2 Cipunagara, kegiatan ini dihadiri oleh siswa-siswi peserta program Bantuan Pemerintah Penguatan Akses Kebekerjaan Luar Negeri dari berbagai jurusan, Wakil Kepala Sekolah serta perwakilan guru SMKN 2 Cipunagara.
Fasilitator Pemerintahan BP3MI Jawa Barat, Cindy Ananda Putri menyampaikan paparan terkait prosedur bekerja ke luar negeri sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ia menyebut bahwa syarat utama untuk dapat bekerja di luar negeri adalah berusia minila 18 tahun serta memiliki kompetensi kerja.
“Syarat utama menjadi pekerja migran Indonesia menurut UU Nomor 18 Tahun 2017 meliputi berusia minimal 18 tahun, memiliki kompetensi kerja, sehat jasmani dan rohani, memiliki jaminan sosial, serta memiliki dokumen lengkap,” jelas Cindy.
Lebih lanjut, Cindy menyampaikan bahwa pemerintah saat ini telah membuka berbagai program soal peluang kerja luar negeri yang saat ini dapat diikuti oleh calon pekerja migran Indonesia (CPMI). Cindy menyebut bahwa CPMI dapat bekerja di luar negeri dengan skema tertentu yang telah diatur oleh pemerintah.
“Kesempatan bekerja di luar negeri melalui skema Government to Government (G to G) saat ini terbuka bagi masyarakat, khususnya di Korea Selatan, Jerman, dan Jepang. Beragam informasi lowongan kerja luar negeri lainnya juga tersedia dan dapat diakses melalui website Sisko P2MI,” kata Cindy.
Selain itu, Cindy mengatakan mental yang kuat juga jadi syarat untuk menjadi pekerja migran Indonesia. Sebab, meski memiliki kemampuan yang mumpuni jika tak sejalan dengan mental yang kuat, pekerja migran Indonesia akan kesulitan beradaptasi dengan lingkungan kerja, budaya, dan tantangan hidup di negara penempatan.
“Menjadi Pekerja Migran Indonesia bukan sekadar pergi ke luar negeri untuk bekerja, tetapi sebuah perjalanan besar yang butuh persiapan matang sebelum berangkat. Persiapkan diri dengan baik dengan mental yang kuat,” ujar Cindy.
Wakil Kepala SMKN 2 Cipunagara Bidang Hubungan Industri, Asep Sunarto, dalam sambutannya menyampaikan tujuan serta harapan terhadap terselenggaranya kegiatan,
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kebangsaan, literasi kebekerjaan dan kesiapan mental kepada siswa-siswi penerima program bantuan. Kami harapkan kegiatan ini dapat menambah wawasan para siswa terkait pemahaman bekerja ke luar negeri yang aman dan prosedural”, kata Asep.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, serta diakhiri dengan foto bersama. **(Humas/BP3MI Jawa Barat).