SMK Go Global Diluncurkan di UKRI, KP2MI Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil hingga 2029
Jakarta, KP2MI (31/8) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan program SMK Go Global menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan 500.000 calon pekerja migran Indonesia terampil dan berdaya saing global hingga 2029.
Hal tersebut disampaikan Mukhtarudin saat memberikan arahan secara daring dalam Launching SMK Go Global Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, Senin 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor III UKRI Suhaeri, Kepala Migrant Center UKRI Arief P, perwakilan BP3MI Jawa Barat, serta Asosiasi Perisai dan sejumlah pihak terkait.
Menteri Mukhtarudin mengatakan, program SMK Go Global merupakan langkah nyata pemerintah dalam menyiapkan talenta Indonesia agar memiliki kompetensi, profesionalisme, serta daya saing untuk memasuki pasar kerja internasional.
Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja global menjadi peluang strategis bagi Indonesia di tengah bonus demografi. Di sisi lain, sejumlah negara menghadapi persoalan aging population yang berdampak pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja produktif.
"Kondisi ini tentu membuka peluang kerja, membuka peluang strategis bagi tenaga kerja Indonesia untuk mengisi kebutuhan pasar kerja global. Nah, inilah salah satu upaya kita melalui program SMK Go Global," ujar Menteri Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat kabinet pada 20 Oktober 2025 mengenai pentingnya menyiapkan 500.000 pekerja migran Indonesia terampil atau skilled worker pada periode 2026-2029.
Target tersebut, kata Menteri Mukhtarudin, menjadi program prioritas dan quick win pemerintah yang diarahkan sesuai kebutuhan industri internasional.
"Ini adalah program direktif Presiden, program prioritas Bapak Presiden, yaitu sesuai dengan kebutuhan industri internasional sebagai program percepatan atau quick win," imbuh Menteri P2MI.
Target 500 Ribu Calon Pekerja Migran
Mukhtarudin menjelaskan, target 500.000 peserta tersebut terbagi dalam dua klaster. Sebanyak 300.000 orang berasal dari lulusan SMK, sementara 200.000 orang berasal dari masyarakat umum, termasuk sarjana.
Penyiapan dilakukan secara bertahap dengan target 40.000 orang pada 2026, meningkat menjadi 140.000 orang pada 2027, kemudian 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.
Dengan demikian, hingga akhir 2029 ditargetkan sebanyak 500.000 calon Pekerja Migran telah mendapatkan pelatihan dan siap ditempatkan bekerja di luar negeri.
"Secara bertahap disiapkan sehingga sampai dengan 2029 akhir, itu 500.000 pekerja calon pekerja migran sudah siap ditempatkan bekerja di luar negeri," jelasnya.
Para lulusan program akan diarahkan mengisi peluang kerja di berbagai negara tujuan, antara lain Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Turki, Singapura, Taiwan, negara-negara Eropa, Maladewa, hingga sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Penempatan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional sekaligus mempertimbangkan perkembangan kondisi geopolitik global.
"Ini fluktuatif dan selalu bergerak terus," ujar Menteri Mukhtarudin.
Perkuat Pelindungan dari Hulu
Lebih jauh, Menteri Mukhtarudin menegaskan SMK Go Global tidak sekadar berorientasi pada penempatan Pekerja Migran ke luar negeri. Program tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan pelindungan Pekerja Migran sejak dari hulu.
Peserta akan dibekali kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional sehingga memiliki kesiapan untuk bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan mendapatkan pelindungan negara.
Untuk memperluas jangkauan program, Kementerian P2MI menargetkan pembentukan 2.000 kelas pelatihan hingga 2029 yang tersebar di 23 wilayah BP3MI, termasuk Jawa Barat.
Dalam pelaksanaannya, program SMK Go Global berlandaskan Asta Mandala SMK Go Global, yang menjadi kerangka untuk memastikan program berjalan secara menyeluruh.
Asta Mandala tersebut diwujudkan melalui Panca Sukses, yakni sukses kompetensi, sukses pelindungan, sukses penempatan, sukses remitansi, dan sukses tata kelola.
Lima aspek tersebut kemudian diarahkan untuk menghasilkan Tri Dampak, yakni dampak sosial, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dampak ekonomi.
"Namanya Asta Mandala SMK Go Global, lima sukses dan tiga dampak," tegas Menteri Mukhtarudin.
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Mukhtarudin juga menyampaikan apresiasi kepada UKRI dan Migrant Center UKRI yang telah membuka pelatihan peningkatan kapasitas bagi calon Pekerja Migran di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung.
Menteri Mukhtarudin menilai antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Hal itu terlihat dari pelaksanaan pendaftaran yang telah memasuki beberapa tahap.
"Terbukti kita melakukan pendaftaran batch 1, kita buka lagi batch 2, dan sekarang sedang bersiap lagi untuk yang ke-batch ketiga," ungkap Menteri.
Menurut Mukhtarudin, tingginya minat tersebut menunjukkan adanya kebutuhan sekaligus peluang besar untuk memperkuat kesiapan calon Pekerja Migran sebelum memasuki pasar kerja global.
Pemerintah, lanjut Menteri, akan terus memperkuat kolaborasi dengan lembaga pendidikan, Migrant Center, BP3MI, asosiasi, serta pemangku kepentingan lainnya agar proses penyiapan calon Pekerja Migran berjalan terarah dan sesuai kebutuhan negara tujuan.
Program SMK Go Global diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah Pekerja Migran yang bekerja di luar negeri, tetapi juga mengubah profil pekerja migran Indonesia menjadi tenaga kerja yang semakin terampil, profesional, terlindungi, dan memiliki daya sain internasional. **(Humas)