BP3MI Jabar Dorong Generasi Muda Kabupaten Cianjur Manfaatkan Program SMK Go Global
Cianjur, KP2MI (14/9) – Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat hadir sekaligus menjadi narasumber kegiatan “Edukasi Pelindungan dan Migran Aman dalam rangka Mendukung SMK Go Global” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia bersama Komisi IX DPR RI di SMKN 1 Takokak, Kabupaten Ciajur, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, BP3MI Jawa Barat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, jajaran SMKN 1 Takokak, serta masyarat peserta sosialisasi. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait proses penempatan Pekerja Migran Indonesia secara prosedural, sekaligus mendorong generasi muda untuk meningkatkan kompetensi sebagai bekal menghadapi kebutuhan pasar kerja internasional.
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyampaikan materi mengenai pentingnya pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan program SMK Go Global.
“Kami mendorong generasi muda dan kalangan pendidikan untuk memanfaatkan program SMK Go Global sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan kompetensi, sehingga calon Pekerja Migran Indonesia memiliki kesiapan untuk bersaing di pasar kerja global secara prosedural” ujar Neng Eem.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Pengantar Kerja Ahli Pertama BP3MI Jawa Barat, Neni Maesaroh, yang mejelaskan tentang skema penempatan Pekerja Migran Indonesia secara prosedural, alur pelayanan penempatan dan pengaduan serta data penempatan Pekerja Migran Indonesia asal Jawa Barat.
“Pada saat ini, bekerja ke luar negeri secara prosedural dapat melalui lima skema penempatan, diantaranya Government to Government (G to G), Government to Private (G to P), Private to Private (P to P), Mandiri/Perseorangan dan Untuk Kepentingan Perusahaan Sendiri (UKPS)”, jelas Neni.
Selain itu, pada kesempatan tersebut, Neni juga menjelaskan teknis pelaksanaan program SMK Go Global kepada peserta sosialisasi.
“Melalui program SMK Go Global, BP3MI Jawa Barat pada tahun ini membuka kesempatan bagi lulusan SMK dan masyarakat umum untuk meningkatkan kapasitas melalui berbagai pelatihan di sektor hospitality, bahasa, agriculture, kesehatan dan manufaktur. Peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan mendapatkan pelatihan dan sertifikasi secara gratis,” kata Neni.
Tidak lupa, Neni juga mengajak para peserta sosialisasi untuk memanfaatkan program SMK Go Global yang saat ini tersedia di BP3MI Jawa Barat sebagai sarana untuk meningkatkan kompetensi dalam menghadapi pasar kerja internasional.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pengembangan Perluasan Kesempatan Kerja Disnakertrans Kabupaten Cianjur, Hero Laksono. Dalam paparannya, ia menyampaikan materi terkait arah kebijakan ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Cianjur, sinergi program penempatan serta pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur yang aman dan prosedural.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif antara narasumber dan peserta sosialisasi. Peserta berkesempatan memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia, persyaratan bekerja ke luar negeri, serta peluang peningkatan kompetensi melalui program SMK Go Global.**(Humas/BP3MI Jawa Barat)