BP3MI Jawa Barat Bersama Komisi IX DPR RI Edukasi Masyarakat Kabupaten Bandung tentang Migrasi Aman
Bandung, KP2MI (19/10) - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Jawa Barat hadir sekaligus menjadi narasumber pada kegiatan Edukasi Penempatan dan Pelindungan Calon Pekerja Migran Indonesia/Pekerja Migran Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Komisi IX Dewan Pewakilan Rakyat (DPR) RI di Kampung Bedas Agrowisata & Camping Ground, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat, pada Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai prosedur penempatan dan pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia agar terhindar dari penempatan nonprosedural. Keterlibatan aparat pemerintah dan guru ngaji juga diharapkan dapat memperluas penyebaran informasi migrasi aman di lingkungan masyarakat.
Pengantar Kerja Ahli Madya BP3MI Jawa Barat, Eka Widi Astuti, menyampaikan materi mengenai prosedur resmi menjadi Pekerja Migran Indonesia sesuai regulasi yang berlaku, skema penempatan, serta informasi mengenai penempatan dan pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
“Proses menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) harus diawali dengan memastikan pemberi kerja memiliki identitas yang jelas dan izin resmi. Masyarakat dapat mencari informasi lowongan kerja di luar negeri melalui laman SISKOP2MI di www.siskop2mi.bp2mi.go.id,” jelas Eka.
Eka kemudian memaparkan tugas dan fungsi BP3MI Jawa Barat dalam mengawal proses penempatan dan pelindungan pekerja migran, termasuk memperkenalkan Program SMK Go Global.
“Program SMK Go Global merupakan program direktif Presiden RI yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kompetensi Calon Pekerja Migran Indonesia melalui pendidikan vokasi serta peningkatan keterampilan (upskilling). Dengan demikian, Calon Pekerja Migran Indonesia diharapkan lebih siap memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional,” kata Eka.
Selain BP3MI Jawa Barat, kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romaya, yang memaparkan berbagai peluang kerja bagi masyarakat Indonesia di luar negeri. Ia mendorong masyarakat, khususnya generasi usia produktif, untuk mempersiapkan kompetensi, keterampilan, dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan agar dapat memanfaatkan peluang kerja internasional.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bandung, Dadang Komara, turut menjelaskan berbagai program pemerintah daerah untuk menekan angka penempatan Pekerja Migran Indonesia nonprosedural di Kabupaten Bandung. Materi ini memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya peran pemerintah daerah dalam mendukung penempatan pekerja migran yang sesuai prosedur.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Persatuan Guru Ngaji Kabupaten Bandung, Uya Mulyana, mengapresiasi penyelenggaraan sosialisasi karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para guru ngaji di lingkungan Kecamatan Bojongsoang.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara peserta dan narasumber. Sesi ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai peluang kerja luar negeri, prosedur penempatan, dan bentuk pelindungan bagi Pekerja Migran Indonesia.* (Humas/BP3MI Jawa Barat)